Thursday, 1 October 2015

Relawan medis di negara perang: "Kronologi lengkap dokter Indonesia diculik di Suriah!"

Sore di hari minggu tepat setahun lalu,

Dokter Abu Burhan (Henri Perwira Negara) dari wilayah Idlib mengirim sms pada cak Ihsanul Faruqi di wilayah Jabal Akrad Latakia, hendak datang dan berpindah medan operasi kemanusiaan setelah hampir 9 bulan beliau berkeliling wilayah Aleppo dan Idlib. Berkali-kali nyaris mati terkena roket dan peluru, Bahkan terkubur reruntuhan bangunan yang hancur dihajar pesawat MiG. Pak dr. Henri memandang kondisi medis di provinsi Idlib telah relatif lancar dengan banyaknya dokter dan lembaga kemanusiaan. Sedangkan di pesisir Latakia justru malah kehilangan banyak dokter dan checkpoint kemanusiaan. Entah karena pindah ke tempat lain, atau sudah pulang ke negaranya, atau bahkan telah gugur.

Sms menyebutkan besok pagi tim mereka berangkat dari Idlib, dan setelah 5-6 jam perjalanan insyaAllah sampai di lokasi cak Ihsan.

Tetapi, siang hari di senin,
Cak Ihsan yang ditinggal sendirian di markas dalam Misi Medis Suriah panik dan bingung karena syaikh Khalid, penanggung jawab lapangan MMS di Suriah, hendak pergi ke Turki menjenguk keluarganya di sana. Pasalnya saat itu cak Ihsan menerima sms dari Abu Hamzah, pendamping perjalanan dr. Abu Burhan ke Latakia, yang menyebutkan dr. Abu Burhan dan ust. Abu Abdullah Fauzi Syamlan, DICULIK kelompok perampok bersenjata! Abu Hamzah sendiri Alhamdulillah berhasil lolos lalu mengabarkan kejadian pada cak Ihsan.

Sore hari senin itu,
Kabar penculikan akhirnya sampai pada syaikh Khalid. Tapi sayangnya beliau ketika itu sedang berada di kurungan Jendarma, tentara Turki penjaga perbatasan. Turki sejak 1 tahun terakhir memang mengetatkan perbatasannya. Setiap pelintas batas ilegal ditangkap, dikurung 1-2 hari di penjara tanpa makan minum, di bawah langit tanpa atap, dingin kedinginan atau panas kepanasan!

Melalui telepon seluler yang Alhamdulillah tidak disita Jendarma, Syaikh Khalid mengirim Whatsapp kepada 3 faksi: FSA, Ahrarusy Syam dan Jabhah An-Nushrah. Perkara "ikhwan Indunisy diculik perampok berkedok Mujahidin".

Tak menunggu lama, Ahrarusy Syam di wilayah pesisir Latakia (Sahil) menjadi yang pertama kali menjawab:
"Laksanakan! Segera kami siapkan pasukan! Tapi sekarang kami kirim juru runding terlebih dulu, Membawa surat keterangan kedua orang Indonesia tersebut bagian dari kami!"

Lalu pada selasa paginya,
Berangkat 1 mobil berisi 4 perwira mujahidin Ahrarusy Syam di Sahil dan membawa surat dari komandan mereka. Sesampai di markas perampok itu, keempatnya malah diusir dengan tembakan! Backup pasukan Ahrarusy Syam jelas akan terlambat datang karena kesulitan sinyal komunikasi serta jarak yang jauh!

Begitu mendapat kabar demikian, Syaikh Khalid segera mengirim instruksi pada kelompok FSA wilayah Jabal Wushtani untuk segera bergerak!

Perlu diketahui, kelompok perampok tersebut berlindung pada ketiak keorganisasian FSA, mereka juga menggunakan nama seperti nama kelompok mujahidin, tapi sejatinya mereka perusak jihad dan perampok tulen!

Kedatangan FSA Jabal Wushtani diharapkan bisa lebih diperhatikan oleh kelompok perampok itu yang juga sama-sama masih bagian dari FSA. Ketika 1 kompi 'Good FSA' bersenjata lengkap datang, 'Bad FSA' itu agak keder atau gentar. Tapi mereka masih enggan melepaskan kedua tawanan Indonesia karena dianggap bisa dijadikan umpan untuk mendapatkan uang tebusan!

Terjadi cekcok hebat antara kedua kelompok FSA tersebut! Keduanya mengancam akan menggunakan kekerasan bila keinginannya tidak dipenuhi! Kebetulan FSA Jabal Wushtani datang tidak dengan kekuatan penuh, Sedangkan kelompok perampok jauh lebih besar kekuatannya!
Perdebatan makin sengit! Keduanya sudah siaga dengan jari telunjuk pada picu senapan. Bahkan senjata kaliber berat Doshka 23 mm milik FSA Jabal Wushtani sudah dikokang dan dibidikkan ke markas perampok!

Mendadak, dari belakang FSA Jabal Wushtani datang 5 kompi pasukan Jabhah An-Nushrah!
Barisan pasukan berseragam hitam mengepung markas perampok. Panji-panji perang Jabhah An-Nushrah sudah dikibarkan!

Dalam suasana tegang, seorang utusan JN masuk ke ruangan. Nadanya santai tapi tegas. JN memberi ultimatum keras:
"Lepaskan kedua tawanan Indonesia dan kalian berbaiat pada kami!
Atau... Kami ratakan tempat ini!"

Allahu Akbar!!!

FSA Jabal Wushtani yang akrab dengan kelompok JN segera mundur dari markas, lalu bergabung dengan JN di barisan pengepung!

Dua faksi yang ketika itu sedang bertempur dimana-mana Suriah, rupanya di lokasi tersebut bersatu bagai saudara.

Selasa sore,
Diancam sedemikian rupa, kelompok perampok gemetar. Ketuanya segera mengumumkan baiat pada JN yang diikuti seluruh anggotanya. Alhamdulillah, pak dr. Abu Burhan dan ust. Abu Abdullah juga langsung dilepaskan, diserahkan pada FSA Jabal Wushtani. Walau terjadi beberapa kerugian immateril dari pak dokter, dimana banyak data/file penting beliau hilang.

Tambahan,
Ada beberapa oknum kelompok jihad yang tidak mempedulikan para muhajirin. Mereka hanya memanfaatkan muhajirin, ketika ada masalah yang menimpa muhajirin, mereka dengan gampangnya mencampakkan muhajirin itu atau berlepas diri.

Begitu juga dengan MMS. Sejak mula beroperasi sampai hari ini, beberapa kali kami bermasalah, dan tidak ditolong oleh kelompok yang selama itu bekerjasama dengan kami. Tapi pada kasus dr. Abu Burhan kali ini, kami Alhamdulillah, rupanya dapat partner sehati sejati insya Allah dunia akhirat yaitu Syaikh Khalid hafidzahullah Ta'ala, ulama asli setempat.

Beliau adalah partner sekaligus penanggung jawab proyek MMS di Suriah dan rupanya bukan orang sembarangan! Ketika penculikan, beliau mengumumkan pada seluruh faksi, bahwa selepas dari penjara Jendarma beliau akan turun tangan sendiri kalau mereka tak sanggup membebaskan dr. Abu Burhan!

"Yahudi aja, pada bantuan kemanusiaan ga sampai menculik!
Kalau sampai ga dibebaskan atau sampai mereka tewas, saya akan serbu mereka!
Antara mereka yang mati,
Atau saya yang mati!", tegas beliau.

JN sendiri rupanya bertindak jenius. Kelompok perampok tersebut selama ini telah banyak melakukan kejahatan, tapi menghukum mereka mustahil dilakukan karena selama ini mereka berlindung pada keorganisasian faksi FSA. Menyerang mereka akan memancing perang yang lebih hebat lagi karena propaganda serta kebohongan ke FSA terlalu kuat!

Namun, dengan strategi menjadikan kelompok rampok itu anggota, JN bisa menerapkan pengadilan serta hukuman pada mereka sebagaimana terhadap anggota JN lainnya tanpa menimbulkan masalah dengan faksi lain.

"Lha iya, ini anggotaku dewe kok?!", mungkin begitu menurut JN

Begitu pengumuman baiat kelompok perampok itu selesai direkam, senjata mereka dilucuti, dan seluruh anggota berikut pimpinannya ditangkap. JN menggelar pengadilan terhadap mereka, lalu menjatuhi hukuman setimpal sesuai kadar kesalahan. Mulai hukuman cambuk, penjara, potong tangan sampai hukuman mati!

Dalam proses interogasi dan pengadilan, didapati fakta terdapat kuburan massal korban kelompok perampok ini. Letaknya di sebuah lubang raksasa bekas galian tambang batu granit. Ketika proses evakuasi jenazah korban, lebih dari 80 jenazah diangkat dari sana. Dan tadinya rencana mereka, bila upaya mendapatkan tebusan bagi dr. Abu Burhan serta Abu Abdullah gagal, kedua relawan MMS ini juga akan dilempar hidup-hidup ke dalam lubang raksasa itu!

Demikian sekelumit kisah perjuangan para relawan kemanusiaan Indonesia di Suriah. Beberapa kisah lainnya insyaAllah kami susulkan. MMS di Suriah mewakili muslim Indonesia demi solidaritas ukhuwah Islamiyyah. Tidak tergerakkah kita membantu MMS agar dapat membantu muslim Suriah?

Mari terus membantu perjuangan Ahlusunnah Suriah melalui Misi Medis Suriah dengan menyisihkan harta kita. Salurkan donasi terbaik anda melalui rekening berikut:

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro,Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis,Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH, Konfirmasi (opsional): Ikrimah 081809406405
Suriah (Khusus pesantren)

Jazakumullah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum