Wednesday, 11 November 2015

Catatan Fathi Attamimi: Gugurnya sang raksasa! (bagian 3)

Pengeboman intensif di Jabal Akrad
Siang mencekam. Baku tembak hebat telah pecah 30 jam nonstop. Pagi siang sore malam pagi lagi siang lagi! Siang hari kedua pertempuran tapi bantuan untuk pejuang belum ada yang datang. Selama satu setengah hari tercatat 8 kali lawan berhasil maju menduduki lokasi-lokasi strategis desa Kafr Dilbah.

Posisi mereka yang tadinya terbuka, kini sepenuhnya terlindungi ratusan rumah yang menghalangi tembakan mujahidin. Dari rumah-rumah itu pula kini lawan leluasa menempatkan senjata-senjata berat dan jarak jauh macam mortir atau RPG untuk membabi buta menghantami posisi mujahidin!

Hari itu pula saya lihat keajaiban jihad Suriah secara langsung! Dimana 100 mujahidin bersenjata bulukan yang jelas bukan tandingan 5.000 pasukan duet Nushairiyah ft. Rusia lengkap dengan jet-jet MiG dan Sukhoi, Tank-Tank baja segala seri, belasan BMP, juga puluhan altileri beratnya, mampu bertahan tanpa satu orang pun terkena peluru!

Jelas sudah semata Pertolongan Allah yang membuat kami semua masih hidup!

Sejak pagi kami menunggu Ziyad Doshka yang turun ke bawah mencari bala bantuan. Driver ambulans kami sejak 2 hari terakhir menjelma salah satu petarung paling dibutuhkan mujahidin karena kemampuan luar biasanya dalam mengoperasikan senapan kaliber berat DOSHKA 12 mm. Pokoknya dimana mujahidin perlu operator Doshka, pasti nama Ziyad yang dipanggil melalui saluran radio HT. Di tangannya, Doshka yang berat dan bunyinya memekakkan telinga itu jadi senjata mematikan dan menggetarkan lawan! Ziyad punya kemampuan spesial membidik tepat menggunakan Doshka. Padahal senjata satu itu terkenal susah diarahkan dan akurasinya jelek betul. Makanya Doshka biasa dipakai hanya sebagai penghancur bangunan atau kendaraan, bukan untuk menghadapi personel lawan dalam baku tembak face to face.

Kondisi makin mengerikan, dari radio mujahidin saya tahu kalau Nushairiyah terus maju dan mendapatkan tempat-tempat strategis. Bahkan satu ketika menjelang Zhuhur kami berloncatan masuk parit perlindungan karena dikabarkan bahwa Nushairiyah hampir merebut puncak bukit Qal'ah yang dari markas kami cuma selemparan batu! Saya baru keluar dari parit sekira 1 jam kemudian karena korban pertama mujahidin telah jatuh!

Hari kedua pertempuran itu betul-betul saat paling vital dalam perjuangan mujahidin Suriah utamanya di pesisir Latakia. Koordinasi dan komunikasi yang lemah, amunisi yang menipis, jumlah pejuang yang cuma segelintir, ketiadaan senjata berat, sedikitnya makanan dan minuman, bahkan ketiadaan pos medis kecuali milik MMS, membuat saya hampir yakin mungkin sore hari kami berdua bersama puluhan pejuang sudah tinggal jasad tak bernyawa!

Lepas mengobati dan mengevakuasi mujahidin yang terluka ke pos medis Salma, saya kembali naik ke atas. Hampir jam 4 sore saya lihat jam ketika sampai di markas, tapi rupanya bantuan dari Allah telah datang!

Ramai saya lihat puluhan mujahidin berkumpul di markas komando sebelah pos medis darurat MMS. Wajah-wajah mereka segar, pakaiannya bersih, dan sepatu-sepatu yang dikenakan terlihat masih mulus belum tersentuh tanah. Tanda mereka bukan mujahidin yang turun dari garis depan, tapi bala bantuan yang baru dinaikkan ke atas oleh kesatuan masing-masing di bawah. Segala perlengkapan mereka bawa. Saya lihat seorang mujahidin berpostur tinggi besar dengan gagahnya berdiri di bak belakang mobil Double Cabin, di kepalanya terpasang ikat kepala bertulis "Isy Kariiman aw mut syahiidan!"

Beliau muda saja, Tapi sudah dipercaya mengoperasikan sebuah DOSHKA 14 mm. Waktu saya jabat tangannya, Dia memperkenalkan diri: "Abu Abbas", Di kemudian hari saya baru tau siapa beliau sesungguhnya.

Tepat ketika saya masuk pos medis darurat MMS, sebuah mobil double cabin berhenti, dari dalamnya turun 9 mujahidin veteran. Merekalah bagian dari sangat sedikit orang yang belum pernah meninggalkan jihad meski satu hari pun. Dan usia mereka tidak ada yang lebih dari 30 tahun. Bahkan 3 diantaranya belum 20 tahun!

Diantara ke 9 orang tersebut, salah satunya adalah SANG RAKSASA! Yang dalam 10 menit perjumpaan kami 4 kali menatap saya dengan pandangan aneh. Matanya melihat tajam tapi kosong. Di situ ada sendu berpadu kebahagiaan. 4 kali lambaian saya tak dijawabnya. Dia diam seribu bahasa sejak turun mobil sampai naik mobil lagi berangkat ke garis depan.

Tapi sebelum mobil berangkat lagi, sang raksasa menoleh ke belakang, menatap saya untuk terakhir kali, lalu menyunggingkan senyumnya yang terindah
Senyum yang saya baru tau artinya 3 jam kemudian....

(Bersambung)

Saya titip rekening dibawah ini, barangkali setelah membaca kisah-kisah pada akun saya antum tergerak untuk membantu muslim Suriah. Silakan membantu semampunya. Semoga dengan begitu Allah jadikan kita semua sebagai bagian dari perjuangan hamba-hamba Allah di bumi Suriah, sehingga bila nanti di akhirat barangkali ada pertanyaan "Apa yang sudah engkau lakukan untuk saudara-saudaramu yang sedang ditimpa kedzaliman?", kita bisa menjawabnya dengan mudah dan lancar!

Jangan khawatir, donasi antum bukan untuk bantuan militer dan semacamnya. Foto-foto kegiatan kemanusiaan kami di Suriah banyak terpampang pada FP Misi Medis Suriah. Mulai dari rumah sakit, klinik, pabrik roti, fasilitas umum, jilbabisasi, dan masih banyak lagi...

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro,Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis,Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH, Konfirmasi (opsional): Ikrimah 081809406405


Jazakumullah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum