Tuesday, 10 November 2015

Catatan Fathi Attamimi: kena roket bersama Habib (Gugurnya sang raksasa bagian 2)

Pengeboman intensif di Jabal Akrad
Shubuh belum menjelang. Gelap masih menyelimuti penjuru Suriah. Tapi habib Said Anshar sudah berteriak "Sukhoooiii...!!!"
Teriakan beliau disusul ledakan keras mengguncang tembok markas!
Sekilas saya lihat sang habib garis tempur ini terlempar beberapa meter dari ruang wudhu ke arah kamar, bersamaan dengan keributan di ruang dapur yang berasal dari piring, sendok, gelas serta berbagai perabot dapur lainnya yang jatuh berantakan! 
Secepat kilat saya singkirkan selimut, bangkit berdiri hendak berlari menuju dapur. Habib Said pasti terluka parah! Sekelebat sebuah bayangan lain ikut berdiri dan meraba tembok, mencari keseimbangan setelah dalam tidur pulas dikagetkan guncangan ledakan. Rupanya Ziyad si Doshka dan Ibrahim berpikiran sama dengan saya: "Habib Said kena bom!!!"
Jarak antara ruang tamu merangkap ruang tidur sekaligus ruang makan dan ruang rapat dengan kamar mandi cuma 4 meter, tapi rasanya dalam kebingungan serta ketakutan yang menyelimuti kami, kok tak kunjung sampai? Ziyad si Doshka agak sempoyongan berdiri, Ibrahim tampak bimbang hendak membantu atau menunggu serangan kedua datang?! Ya betul, biasanya jet Nushairiyah menyerang 2 kali! Satu kali sebagai pemancing supaya timbul korban dan orang-orang berkumpul untuk menolong, lalu kumpulan itu diserang lagi sehingga jatuh korban lebih banyak!
Saya sendiri masih agak pusing, berdiri pun terasa berat. Tapi pikiran tentang mencelat hilangnya habib Said barusan itu memaksa saya bangun!
Belum sampai kami di pintu kamar, tetiba habib Said muncul! Lengkap dengan cengiran lebarnya yang kurang ajar!
"Wih seru Mir! Roketnya keras betul! Ana sampai terlempar! Hehehehe..."
Lah...?
Rupanya betul bukan orang biasa pak habib ini. Kena hempasan ledakan roket Sukhoi malah kegirangan!
Senyum beliau berlanjut sepanjang pagi itu. Perasaan dekat sekali pada kematian yang indah di medan jihad membuat habib Said sumringah tak henti-henti.
Hari ketiga pertempuran tersebut habib Said sudah bergabung dengan kami di frontline. Rupanya sejak hari pertama pun beliau sudah di frontline tapi wilayah lain. Lalu ketika mendengar kabar sengitnya gempuran duet Rusia ft. Nushairiyah di lokasi saya. Beliau memutuskan menyeberang gunung. Sayang di tengah jalan habib Said dicegat mujahidin karena jalur yang hendak ditempuhnya terputus baku tembak hebat!
Hari ketiga itu pula ratusan mujahidin Chechnya, Turkistani, Afghani dan mujahidin dari Rusia tiba di Jabal Akrad, Jabal Turkman serta Jabal Durin. Mereka ramai-ramai bedol desa dari Aleppo atau Idlib ke pesisir Latakia demi menyambut "kawan lamanya": Pasukan Rusia! 
Momentum reuni akbar ini tidak mereka sia-siakan. Daripada susah payah nyari Rusia, Kenapa tidak dimanfaatkan saja kesempatan ini? Beberapa mujahidin Chechnya dan Rusia yang saya temui lalu mintai komentarnya cuma menjawab singkat sambil tersenyum :
"Ahlan wasahlan Ruusi fii maqbaratikum!"
(Welcome mas Rusia, di kuburan kalian!)

(Bersambung)

------------------------------
Insya Allah MMS akan terus menjadi jembatan persaudaraan dan kemanusiaan sampai Suriah kembali pulih ke keadaan terbaiknya. Salurkan donasi terbaik anda melalui rekening berikut:
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro,Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis,Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH