Sunday, 22 November 2015

Mengapa Mereka Tidak Mengungsi?

Wajah-wajah di Aleppo
Menurut catatan statistik di tengah tahun ini, sebanyak 4 juta orang Suriah telah pergi dari negerinya untuk mengungsi atau mencari suaka di berbagai negara. Turki menjadi penampung terbesar penduduk berstatus pengungsi. Triliunan digelontorkan oleh pemerintah Turki untuk melayani sekira 2 juta orang Suriah di tanah mereka. Sedang Eropa terus diserbu para pencari suaka. Sementara negara-negara Arab juga punya statistiknya sendiri, mereka menerima ratusan ribu orang Suriah dengan status sebagai pendatang resmi.

Di luar itu, sebanyak 7 juta orang dilaporkan menjadi pengungsi di dalam negerinya. Mereka meninggalkan kampung menjauhi medan perang, tinggal di berbagai tenda di lokasi yang dinilai aman (terutama perbatasan dengan Turki) atau tempat-tempat lainnya. Pengungsi di dalam Suriah ini tidak sepenuhnya hidup dari bantuan internasional, mereka juga membawa bekal.

Maka jadilah orang Suriah adalah pengungsi terbesar di dunia saat ini, jumlah kehilangan rumah terbanyak, kehancuran ekonomi dan lain-lain. Menjadikan tragedi kemanusiaan terbesar dalam beberapa dekade belakangan.

Tapi tahukah anda, bahwa selain angka-angka itu, masih ada orang-orang Suriah yang tidak mengungsi dan tidak meninggalkan rumahnya. Mereka bukan mujahidin saja, tapi juga warga sipil (orang-orang biasa). Jumlahnya juga jutaan dan berada di wilayah paling merah perang Suriah.

Ada beberapa sebab mengapa mereka tidak mengungsi, diantaranya:

1. Berada di wilayah yang terkepung oleh militer Assad. Jangankan manusia yang keluar masuk, bantuan kemanusiaan pun tak bisa menjangkau mereka. Kondisinya hampir sama dengan Gaza. Namun kalau di Gaza, sejahat-jahatnya Israel masih memberi sedikit listrik, suplai air dan stok perdagangan terbatas, ada juga pintu dari Mesir baik yang resmi maupun penyelundupan. Serta laut untuk mencari ikan.

Sementara di Suriah, seperti Ghouta, Douma dan Homs, benar-benar terkepung menjadi penjara massal ratusan ribu orang. Orang-orang kurus, minim obat-obatan, makan rumput/daun bahkan 2013 lalu heboh yang makan Kucing.

2. Tidak mengungsi karena ingin menjaga sisa harta bendanya, masih bisa bekerja sehari-hari seadanya di kebun, atau dekat dengan anggota keluarganya yang berjihad. Sekeluarga mereka baru mengungsi (sementara) ketika serangan besar sampai ke kampung halamannya.

3. Ada juga pilihan mereka bahwa menjadi pengungsi pun tidak ada jaminan hidup akan lebih baik, toh soal hidup dan mati itu Allah yang takdirkan, tiap peluru dan bom telah ada daftar nama korbannya sendiri di Lauhul Mahfudz.

----------------------------------
Alhamdulillah, Misi Medis Suriah terus berupaya membantu masyarakat Suriah dalam berbagai lapisan, termasuk yang tidak mengungsi ini.

Sejak 2013 kami menyalurkan dan mengawasi sendiri program-program yang dijalankan langsung di dalam wilayah Suriah. Termasuk berupaya menembus ke daerah terkepung, yang Qadarullah gagal total dan hanya sempat menitipkan saja.

Insya Allah MMS akan terus menjadi jembatan persaudaraan dan kemanusiaan sampai Suriah kembali pulih ke keadaan terbaiknya. Salurkan donasi terbaik anda melalui rekening berikut:

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro,Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis,Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH, Konfirmasi (opsional): Ikrimah 081809406405

Jazakumullah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum