Saturday, 28 November 2015

Mengapa MMS Memilih untuk Menanggung Operasional Pabrik Roti?

Jawabannya:
1. Karena makanan pokoknya orang Suriah adalah roti, rasanya cenderung gurih dan bisa dimakan dengan lauk apa saja, termasuk lauk nasi berbumbu hehehe...
2. Banyak sekali pabrik yang tutup atau tak lagi beroperasi setelah perang. Alasannya macam-macam, karena ketiadaan biaya untuk operasional, pabriknya rusak, tidak aman, pekerjanya sudah meninggal dan sebagainya. Tapi utamanya karena ketiadaan biaya operasional dengan ongkos produksi tinggi (ini negara perang bung! Apa-apa pasti susah), sehingga bagaimana mereka mau untung, jika harganya tinggi dan calon pembeli/konsumennya adalah orang-orang susah?

Maka saat itu ide muncul, mengoperasionalkan sebuah pabrik roti yang sudah gulung tikar!

Tapi problem baru kemudian menyusul, pertanyaannya, siapa yang akan kita bantu pabriknya sampai belasan ribu Dollar per bulan? Jangan salah, ini negara perang! Penipu dan orang susah (yang tidak niat jahat tapi butuh uang) ada dimana-mana.

Berhari-hari berdebat, juga melihat orang debat, menghitung detail biaya, menanyakan detail operasional mulai pembelian bahan baku, transportasi, kendala, sampai gaji dan pengawasan pekerja, kami selesaikan sebelum bersalaman mengucap akad. Sempat pula ke sana kemari melewati dekat pos rezim untuk memilih pabrik mana yang paling baik dan cocok untuk dioperasikan.

Alhamdulillah dengan berbagai kendala teknis maupun keamanan, hingga hari ini proyek tersebut tetap kami usahakan terus berjalan, yaitu dari donasi antum sekalian. Sekiranya dialokasikan 13-15 ribu Dollar per bulan dengan produksi belasan ribu lembar roti tiap hari!
Dan sudah 2 pabrik yang dibantu di provinsi Latakia dan Idlib!

Untuk apa saja uang operasional tersebut? Begini:
-Untuk membayar banyak pekerjanya, ini termasuk upaya memberikan "alat pancing", bukan sekedar bantu "ikan" saja
-Untuk bahan bakar (energi) yang super mahal itu
-Perawatan mesin
-Bahan baku roti yaitu tepung gandum
-Pengepakan
-Pengiriman
-Dll
*Detil laporan hariannya ada oleh penanggung jawab, tapi dalam bentuk manual buku (kertas) bukan komputer, dan tidak ada alat scanner untuk mendigitalkannya. Lagipula percuma, siapa yang mau mempelajari?



Semoga Allah melancarkan mimpi-mimpi kami untuk membantu membuka lagi pabrik-pabrik roti selanjutnya di sana!

Jazakumullah Khairal Jaza'
Terima kasih atas kepercayaannya pada lembaga kami. Bagi yang tidak percaya silahkan, cari lembaga lain yang antum anggap lebih kredibel atau sudah besar namanya. Bagi kami sama saja membantu lewat mana, yang penting sampai ke Suriah dan memberikan maslahat untuk orang-orang kesusahan di sana. Slogan kami: MMS boleh dilupakan, ditinggalkan, bahkan hilang ditelan bumi! Tapi jangan sampai antum meninggalkan Suriah!

Sekian....

------------------------------
Insya Allah MMS akan terus menjadi jembatan persaudaraan dan kemanusiaan sampai Suriah kembali pulih ke keadaan terbaiknya. Salurkan donasi terbaik anda melalui rekening berikut:

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro,Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis,Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH, Konfirmasi (opsional): Ikrimah 081809406405

Donasi khusus operasional MMS via rekening berikut :
- MANDIRI 171 000 150 6743 (Kcp. Kediri Joyoboyo)
- BCA 298 052 9935 (Kcp. Joyoboyo Kediri)
- BRI 126 101 001 79 8500 (KK. Buli)
Semua atas nama Ihsanul Faruqi
Konfirmasi (opsional): Ikrimah 081809406405

Jazakumullah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum