Thursday, 19 May 2016

Daftar kota dan daerah yang terkepung di Suriah

Terkepung dan hancur lebur (foto),
PBB memperkirakan bahwa masih ada 400 ribu orang yang hidup di bawah pengepungan/blokade di Suriah, sebagian besar blokade dilakukan oleh rezim Assad

Daftar wilayah yang diblokade di Suriah

Oleh rezim Assad:
1. Daraya dan Muadamiyah (Ghouta barat), adalah dua kota kembar terkepung di sisi selatan-barat ibukota Damaskus. Ada ribuan orang terjebak di sini. Di Daraya sendiri tak kurang dari 8-9 ribu warga sipil terkungkung hampir 4 tahun lamanya. Blokade telah dilancarkan sejak tahun 2012.

Selain kepungan, kota Daraya pun telah hancur lebur oleh serangan udara dan pengeboman. Beberapa kali pembantaian warga sipil juga tercatat di kota ini.

Hingga saat ini bantuan kemanusiaan internasional gagal mencapai Daraya. Sebagian besar penduduk Daraya dinyatakan kurang gizi.

Dalam pengepungan, tanaman (siap panen) warga Daraya, seperti Gandum dan Barley (rumput-rumputan) dibakar oleh tentara rezim.


Kuburan massal pembantaian Daraya, 2012
Human Right Watch, pada September 2012 melaporkan hasil investigasi pembantaian massal terhadap penduduk Daraya yang dilakukan oleh tentara rezim Assad dan milisi bayaran Syabihah. Pembantaian sendiri terjadi di akhir bulan Agustus tahun itu. Pembantaian terjadi setelah kota dibom oleh helikopter dan serangan berat lain.

Penggali kubur setempat menyatakan jika jumlah korban mencapai 1000 orang, sementara menurut laporan moderat, jumlah korban pembantaian Daraya berkisar antara 400-500 korban.

Daraya adalah sebuah kawasan pinggiran di dekat ibukota, dihuni oleh warga Sunni kelas bawah. Mereka melakukan aksi penentangan pada demo damai 2011 terhadap rezim Alawite Assad dan partai Ba'ats yang berkuasa di pusat Damaskus.

2. Douma dan sekitarnya (Ghouta timur), video anak-anak kelaparan, pemuda yang tinggal tulang belulang, atau kakek tua tak berdaya, banyak yang berasal dari sini. Ditambah hujan bom Birmil dan bombardir berat pesawat tempur, lengkap sudah penderitaan kota.

Ghouta adalah lokasi pertempuran tak pernah padam sejak awal pecah perang, kekerasan sedikit terhenti sejak gencatan senjata parsial Februari lalu. Bantuan kemanusiaan tiba awal April lalu, meski dianggap jauh dari kebutuhan penduduk.

Sudah penuh catatan pembantaian massal warga sipil oleh militer Assad di kota Douma dan sekitarnya. Salah satunya adalah pada 16 Agustus 2015, rudal militer rezim Suriah menghantam sebuah pasar ramai. Lebih dari 90 orang terbunuh seketika, sementara ratusan lainnya terluka.

Note: Duo Ghouta barat dan timur ini pada tahun 2013 pernah menghadapi serangan gas kimia oleh rezim, lebih dari 1500 orang Syahid hanya dalam waktu semalam.

Selama dalam pengepungan, duo Ghouta ini harus bertahan dengan memanfaatkan lahannya sendiri yang terbatas. Harga kebutuhan pokok di Ghouta jelas sangat tinggi sekali. Dalam beberapa laporan ada yang menyebut bahwa ada tentara rezim yang memanfaatkan pengepungan untuk menarik uang suap.

Bantuan MMS pernah tembus ke Ghouta bekerja sama dengan sebuah NGO Inggris.

3. Madaya, siapa yang tidak kenal Madaya. Akhir 2015 hingga awal tahun 2016, dunia tersentak oleh tersebarnya gambar-gambar mengerikan dari dalam kota. Bayi yang kurus kering, anak yang memakan sup daun-rumput atau sekelompok orang menyantap salju yang diberi garam.

Madaya dikepung dari dua sisi. Satu sisi oleh militer rezim Assad, sementara dari sisi Lebanon oleh kelompok teroris Syi'ah Hizbullat.

Siapapun tak boleh meninggalkan kota itu, kecuali bisa membayar uang suap sangat tinggi. Dimana ranjau dipasang di pinggiran kota, dan sniper mengincar siapa saja yang diduga ingin keluar.

Jumlah penduduk Madaya saat ini adalah 40 ribu orang. Selain kekurangan pangan berat, banyak warga kota juga memerlukan pertolongan medis segera. Puluhan orang dilaporkan telah meninggal akibat kelaparan.

Atas desakan internasional, rezim Assad kemudian "membolehkan" sebuah konvoi bantuan kemanusiaan pada bulan Januari lalu. Namun hanya sekali itu saja. Baru-baru ini terjadi pertukaran kemanusiaan antara kota Sunni Madaya dan Zabadani dengan dua kota Syi'ah di Idlib, sebagai kesepakatan dengan Jaisyul Fath, Iran dan rezim Assad.

4. Kamp Yarmouk, kamp ini aslinya adalah sebuah kamp penampungan bagi ratusan ribu pengungsi Palestina di Suriah. Namun sejak meletusnya revolusi dan perang sipil, rezim Assad kemudian mengepung kamp Yarmouk. Kelompok FSA dan sekutu Palestinanya yang mendukung revolusi, melawan tentara rezim dan antek Palestinanya.

Rezim Assad kemudian mengepung kamp Yarmouk yang terletak sangat dekat dengan jantung kekuasaan Assad di Damaskus ini. Lebih dari 18 ribu orang Palestina dan Suriah terkepung di wilayah itu, selama sekitar 2 tahun, hingga 2014.

Sebagian besar pengungsi Palestina di kamp yang mencapai 100 ribu jiwa telah pergi sebelum perang.


Bantuan kamp Yarmouk oleh PBB pada 2014
Kini jumlah warga sipil dan pengungsi Palestina di kamp Yarmouk telah jauh menurun dari sebelumnya. Namun statusnya masih terkepung.

Di lokasi juga masih terjadi pertempuran setelah masuknya kelompok teroris ISIS ke sana.

5. Homs (Talbisah, al-Rastan, Houla), anda pasti ingat, sekitar bulan Juli-Agustus 2013 beredar sebuah fatwa Ulama setempat yang membolehkan warga kelaparan untuk memakan Kucing. Saat itu wilayah Homs yang dikontrol oposisi dikepung ketat oleh rezim Suriah.

Sementara cadangan makanan sudah habis, bahkan dedaunan dan tanaman di wilayah itu juga telah habis, hal ini terjadi menjelang musim gugur. Warga kemudian terpaksa memakan Kucing, Tikus maupun hewan-hewan lainnya yang bisa ditemukan saat itu.

Tiga daerah utama Homs yang diblokade hingga saat ini adalah Talbisah, al-Rastan dan Houla. Untuk nama terakhir, pada Mei 2012 lalu terjadi tragedi yang disebut "Houla Massacre" atau pembantaian Houla.

Hasil penyelidikan PBB menyatakan bahwa pelaku pembantaian keji ini adalah tentara rezim Suriah dan milisi bayaran Syabihah.


Pemakaman korban pembantaian Houla, (foto CNN)
Sebanyak 108 warga sipil menjadi korban, mereka kemudian dimakamkan secara massal. Video pemakaman ini menunjukkan bahwa sebagian besar mayat yang terbungkus kafan adalah tubuh kecil anak-anak.

"Kami manusia, bukan binatang", ujar seorang warga kepada CNN saat itu.

Dikepung oleh oposisi:
Pada saat ini kelompok oposisi Suriah dan sekutunya hanya melakukan pengepungan di dua kota saja, yaitu Kafraya dan Fu'ah, di pinggiran ibukota provinsi Idlib. Kedua kota kecil ini merupakan tempat bagi penduduk Syi'ah. Di dalamnya masih terdapat unit-unit militer, termasuk kelompok teroris Hizbullat.

Pengepungan kota kembar Syi'ah ini terjadi pada tahun 2015 ketika oposisi Jaisyul Fath berhasil menaklukkan kota Idlib dan sekitarnya, sehingga memutus total kedua kota Syi'ah dari wilayah rezim Assad lainnya.

Baru-baru ini, Fu'ah dan Kafraya menjadi daya tawar oposisi untuk melakukan pertukaran kemanusiaan maupun evakuasi dengan kota-kota Sunni yang dikepung rezim, seperti Madaya dan Zabadani. Pertukaran dilakukan atas fasilitas lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Suriah dan PBB.

Dikepung ISIS:
Kota Deir Zour, diperkirakan ada sekitar 100 ribu penduduk kota ini yang terkepung ISIS. Deir Zour masih dikuasai oleh rezim Assad.

ISIS berhasil mengepung kota ini sejak tahun 2015 ketika mereka merebut Palmyra (kini sudah kembali ke rezim), dan memutus satu-satunya jalur suplai ke kota.

Sebagian besar sumber daya kota dikontrol untuk kepentingan militer rezim dan loyalis Assad, meninggalkan sebagian besar warga hidup dalam keprihatinan. Bahkan rezim menawarkan penduduk kota agar membayar dalam jumlah tertentu untuk bisa dievakuasi keluar kota.

Awal tahun ini, PBB menyebarkan bantuan kemanusiaan ke kota Deir Zour dengan cara dijatuhkan dari udara.

Penutup
Pengepungan telah menjadi salah satu metode andalan rezim Assad untuk menekan kota-kota yang dikuasai oposisi sejak awal meletusnya perang Suriah.

Menciptakan penjara raksasa bagi puluhan ribu warga sipil, serta bencana kemanusiaan akut. Bahkan selain dikepung, kota juga dihancurkan dengan pengeboman dan serangan udara rutin.

-------------------------------------
Mari terus berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Salurkan donasi terbaik anda melalui lembaga kebaikan yang lebih anda percayai. Jika ingin bersama kami bisa melalui rekening berikut:

Umum (Misi Medis Sosial dan Kemanusiaan)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH, Konfirmasi (opsional): 081809406405

Operasional
- MANDIRI 171 000 150 6743 (Kcp. Kediri Joyoboyo)
- BCA 298 052 9935 (Kcp. Joyoboyo Kediri)
- BRI 126 101 001 79 8500 (KK. Buli)
Semua atas nama IHSANUL FARUQI, Konfirmasi: Ikrimah 081809406405

Jazakumullah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum